Waspadai Tungau Merah pada Kenari

Tungau
Tanpa disadari saat mendatangkan kenari ‘baru’ di tempat kita. Beberapa rekan sudah mengamati hal ini dengan melihat sekilas kondisi bulu burung. Mungkin hal yang sering dilupakan bahwa bulu yang sudah bagus dianggap sudah terbebas dari gangguan tungau (kutu). Dalam perawatan kenari ‘baru’ dianjurkan untuk melakukan karantina seperlunya, hal yang masuk akal bahwa langkah ini sebagai antisipasi dari berbagai gangguan bawaan, sekaligus pula bisa dijadikan sarana pengamatan untuk membedakan kualitas burung yang sudah kita punyai dengan burung yang baru datang. Tungau Merah ujudnya seperti layaknya tungau padi namun berwarna merah dan kelihatan lebih besar dari tungau lain yang sering menyerang kenari. Lihat gambar yang sempat saya ambil, tungau ini seakan badannya penuh dengan darah yang bening.Beberapa analisa menyebut tungau ini dengan julukan Kutu Penghisap Darah, kebenarannya sayapun kurang mengerti, yang saya tahu beberapa kasus kematian mendadak setelah saya periksa ditemukan jenis tungau ini bergerombol pada satu tempat dan badannya gemuk seakan memang berisi darah. Beberapa pendapat juga meyakini bahwa tungau merah merupakan kutu yang paling berbahaya dan pemelihara wajib ambil langkah segera untuk membasminya. Tungau ini mampu membawa kematian dengan cepat dalam hitungan jam, karenanya beberapa gejala juga perlu kita waspadai. Banyak kejadian burung yang beberapa jam sebelumnya mampu bernyanyi indah tiba tiba mati, burung tiba tiba terjatuh dari tangkringan dan kelihatan limbung. Mungkin pemilik boleh menafsirkan sendiri penyebab kematiannya, tetapi tidak ada salahnya kita waspada, kondisi seperti ini juga berlaku pada burung yang sudah terkena serangan tungau merah. Tungau ini diyakini menggerombol dan secara periodik menyerang bersama sama. Gejala yang mungkin kita kenali secara umum saat kenari kita mematuki bulu dengan tiba tiba, atau sering gelisah, kecenderungan ingin mandi saat melihat air ( meskipun malam hari ), bulu kusam dan perlahan tubuh kurus, ini merupakan gejala kutu pada umumnya.
Ada sedikit perbedaan dengan analisa jika terkena kutu merah, bulu burung mungkin tidak terlalu kusam tetapi bulu agak mengembang diikuti kurus dan dalam tempo yang lebih singkat. Terlambat menangani maka kematianlah yang menjemput. Secara teori tungau akan bergerak dari bawah keatas melewati atas tenggorokan dalam 1 kali 24 jam , karenanya pengobatan yang efektif dengan memberikan tetes pada tengkuk, hal ini juga memberikan efek pada pengobatan kenari yang mengalami gangguan tenggorokan. Namun untuk pengobatan burung yang terkena tungau merah ini disarankan untuk merawat secara lebih detail dan memperhatikan tempat yang sering dijadikan hunian tungau.
Mungkin sudah ada beberapa resep yang mengatasi kutu di pasaran, namun ini pengalaman beberapa tahun lalu yang mulanya tanpa sengaja berlanjut dengan coba coba. Pada saat itu ada kenari yang baru dibeli terlihat lesu, nafsu makan kurang dan sesekali ada gerakan tiba tiba untuk mematuki bulunya. Saat itu saya mencoba memeriksa beberapa bagian badannya, dan alangkah terkejutnya saya saat terasa ditangan ada banyak kutu merayap hingga hampir saja kenari lepas dari genggaman. Beberapa saat saya berpikir mengapa saat kenari datang pertama kali saya pegang tidak ada satupun kutu yang keluar? Usut punya usut ternyata tangan saya masih ada bau minyak kayu putih yang memang saat itu dipakai anak saya yang waktu itu masih kecil. Rasa penasaran untuk membuktikan kebenaran ini akhirnya diberanikan untuk mengoleskan sedikit minyak kayu putih ini ke beberapa bagian bulu kenari. . . alhasil seperti kejadian pertamalah yang terjadi . . kutu banyak keluar dan beberapa terlihat jatuh. Rasa terkejut ternyata masih berlanjut manakala pengolesan selesai kenari saya kelihatan tidak berdaya sehingga sempat muncul rasa menyesal mengapa saya mencoba hal yang tidak wajar ini.
Ternyata kekhawatiran saya pupus saat beberapa menit saya menunggu sedikit demi sedikit kenari itu bangkit seperti sediakala dan bahkan keesokan harinya saya melihat perubahan yang signifikan seperti semakin enerjik dan tidak kelihatan adanya gangguan kutu lagi. Dengan kejadian itu dapat saya ambil kesimpulan : Minyak kayu putih dapat menuntaskan gangguan kutu Efek penggunaan, burung bisa mabuk bahkan kelihatan sangat lemah meskipun hanya sesaat (tergantung daya tahan tubuh/jenis burungnya) Kayu putih juga dapat dimanfaatkan untuk menyeterilkan kandang dengan cara mengoleskan dengan kuas pada rongga/celah yang memungkinkan jadi hunian kutu Mampu mengusir kutu secara langsung dan spontan tidak perlu menunggu proses lama sebagaimana lazimnya obat kutu Ini pengalaman saya pribadi dan saya sama sekali saya tidak merekomendasikan penggunaan ini mengingat ini terjadi tanpa sengaja dan sayapun kurang memahami proses yang telah terjadi. Namun demikian ini hanya sekedar share karena minyak kayu putih ini saya pakai sampai sekarang terutama untuk antisipasi kutu pada burung burung baru yang mungkin ada kutu bawaan. Jika penasaran dan ingin mencoba saya sarankan untuk dicobakan pada burung yang bukan favorit terlebih dahulu dan perlu juga saya ingatkan dosis pemakaian ini hanya sedikit/diusap tangan saja jangan terlalu banyak apalagi sampai basah Selamat mencoba . . .

One response to “Waspadai Tungau Merah pada Kenari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s