Penyilangan

DNA_Overview2
Melakukan percobaan dengan menyilangkan dua induk galur murni yang memiliki satu sifat beda (enam sifatlainnya sama), yaitu induk galur murni berbiji bulat dengan induk galur murni berbiji keriput. Galur murni adalah tanaman yang melakukan penyerbukan sendiri secara terus-menerus selalu menghasilkan keturunan yang sama dengan induknya, meskipun ditanam berulang-ulang. Hasil percobaan tersebut ternyata seluruh keturunan pertama berbiji bulat.

Percobaan berikutnya, masing-masing keturunan pertama disilangkan dengan sesamanya yang akhirnya memunculkan kembali sifat yang tidak muncul pada keturunan pertama. Berarti ada sifat yang tidak muncul atau tertutup.Sifat yang muncul pada keturunan pertama disebut sifat dominan, dan sifat yang tidak muncul pada keturunan pertama disebut sifat resesif. Sifat resesif baru muncul setelah persilangan dari keturunan pertama. Persilangan dengan sifat beda disebut hibrid (bastar). Pembastaran dengan satu sifat beda disebut monohibrid. Pembastaran dengan dua sifat beda disebut dihibrid.Pembastaran dengan tiga sifat beda disebut trihibrid.

Jika keturunan pertama dari percobaan Mendell dibiarkan melakukan penyerbukan sendiri atau dengan sesamanya, akan diperoleh 75% sifat dominan, yaitu biji bulat dan 25% sifat resesif, yaitu biji keriput.

Simbol dalam percobaan Mendell yang perlu diketahui: P = induk, F = filial (anak/keturunan). F1 = keturunan pertama (filial-1), F2 = keturunan kedua (filial-2). Sifat beda dinyatakan dalam gen dominan yang ditulis dengan simbol huruf besar. Adapun gen resesif ditulis dengan simbol huruf kecil. Misalnya: B = simbol untuk gen yang menentukan biji bulat, b = simbol untuk gen yang menentukan biji keriput. Sifat yang tidak tampak namun mampu menentukan hasil keturunan disebuf genotipe, sedangkan sifat yang tampak disebut sifat fenotipe. Sel somatis (diploid) mempunyai gen-gen berpasangan,yang disimbolkan dengan pasangan huruf dobel. Misalnya: BB = simbol untuk tanaman berbiji bulat, bb = simbol untuk tanaman berbiji keriput. Dalam sel somatis, gen-gen dalam keadaan berpasangan karena kromosom-kromosom yang membawa gen-gen tersebut juga berpasangan atau diploid (2n). Anggota dari sepasang genyang memiliki pengaruh berlawanan disebut alela. Misalnya: B menentukan sifat biji bulat, dan b menentukan sifat biji keriput, maka B dan b merupakan alel.Jika individu memiliki genotip yang terdiri atas alela yang sama, misalnya BB atau bb disebut homozigot. Apabila genotipenya terdiri atas alela yang tidak sama, misalnya Bb disebut heterozigot. Gen dikatakan sealela satu sama lain apabila terletak pada kromosom homolog lokus yang bersesuaian sehingga mempengaruhi atau mengawasi proses perkembangan yang sama tetapi dengan cara yang berlainan. Pada peristiwa lain, alela bisa memiliki lebih dari dua anggota. Alela yang demikian disebut alela ganda (multiple alelle). Contoh, peristiwa multiple alellomorfi pada kelinci yang memiliki empat cara yang berlainan. Gamet yang terbentuk merupakan sel yang haploid maka gen-gennya bebas tidak berpasangan. Gamet disimbolkan dengan satu huruf. Misalnya: B = simbol untuk gamet yang menentukan biji bulat b = simbol untuk gamet yang menentukan biji keriput

Berdasarkan percobaan-percobaannya, Mendel menyusun hipotesis sebagai berikut.

  1. Setiap sifat organisme dikendalikan oleh sepasang gen yang berasal dari kedua induknya.
  2. Tiap-tiap pasangan gen menunjuk bentuk alternatif sesamanya.Kedua bentuk alternatif itu disebut alela.
  3. Adanya sifat dominan yang menutup sifat resesif. Jika keduanya berada bersama-sama disebut sealela.
  4. Pada proses meiosis, sesuai dengan prinsip segregasi (pemisahan) maka faktor-faktor keturunan akan memisah dalam bentuk gamet. Selanjutnya, pada proses pembuahan gamet gamet jantan dan betina yang memisah tersebut akan berpasangan secara acak.
  5. Individu murni mempunyai dua alela yang sama, misalnya BB atau bb.

Prinsip pemisahan gen-gen pada meiosis disebut Prinsip Segregasi (Hukum I Gregor johann Mendel). Pada peristiwa intermedier, tidak terdapat sifat dominan atau resesif sehingga penyilangan dua galur murni menghasilkan keturunan yang berbeda dengan mengambil sifat alternatif antara kedua induknya. Contoh percobaan Mendell pada penyilangan Antirrhinum majus berbunga merah galur murni (MM) dengan Antirrhinum majus berbunga putih galur murni (mm) menghasilkan F1 yang seluruhnya berbunga merah muda (Mm).Jika disilangkan sesama F1, maka F2 yang dihasilkan berbunga merah, merah muda, dan putih dengan perbandingan 1: 2: 1.

Pada eksperimen berikutnya, Mendel menyilangkan kacang ercis galur murni yang memiliki dua sifat beda (dihibrid). Kacang ercis biji bulat warna kuning disilangkan dengan biji keriput warna hijau. Sifat bulat dominan terhadap keriput dan sifat kuning dominan terhadap hijau sehingga F1 seluruhnya berbiji bulat warna kuning. Pada persilangan F1 terhadap sesamanya atau jika dibiarkan melakukan penyerbukan sendiri, akan diperoleh kombinasi keturunan.Dengan demikian, Mendel menjelaskan setiap alela secara bebas diturunkan pada tiap-tiap gamet. Setiap gamet hanya menerima satu faktor sifat menurun dari sifat pasangan alela. Gejala yang menunjukkan adanya pemilihan kombinasi (berpasangan) secara bebas disebut Hukum Asortasi Mendel (Hukum II Mendel).Pada penyilangan dengan tiga sifat beda disebut trihibrid. Apabila masing-masing induk galur murni disilangkan, maka akan dihasilkan gamet F1 sebanyak 8 macam, sehingga jumlah macam genotipe F2 = 27 macam. Jumlah kemungkinan fenotipe F2 = 8 macam.Pada beberapa uji persilangan, jika keturunan F1 disilangkan dengan salah satu induknya disebut persilangan balik (backcross). Sifat keturunan yang dihasilkan dari persilangan balik adalah sama. Untuk mengetahui genotipe dari suatu individu maka disilangkan dengan individu yang sudah diketahui genotipenya,yaitu homozigot resesif. Persilangan semacam ini disebut uji silang (test cross)

Untuk pencatatan silsilah hasil kawin silang memang tidak harus memakai huruf F,misalmya untuk kuda di Indonesia PORDASI menetapkan memakai huruf G (generasi) dan diikuti dengan angka.

Kawin silang (crossbreed) terbagi menjadi 2 berdasarkan tujuannya :

  1. Kawin silang dengan tujuan menyelamatkan/memperbanyak suatu strain yang langka/sulit didapat. Karena tujuannya menyelamatkan strain yang langka, maka keturunannya harus memiliki sifat & karakter seperti induknya.Misalnya harimau putih (bukan albino) yang ditemukan seekor jantan pada tahun 1930-an,untuk mengembangbiakkannya dipakai betina harimau benggala, anaknya (F1) dikawinkan dengan bapaknya untuk memperkuat sifat dan karakter harimau putih & disebut F2, kemudian dikawin dengan embahnya untuk memperoleh F3, kemudian dikawin dengan embah buyutnya untuk memperoleh F4. Nah sifat & karakter F4 ini dianggap sudah sama dengan sifat & karakter harimau putih sehingga sudah dapat dikawinkan sesama F4 untuk menghasilkan keturunan dengan sifat dan karakter yang relatif sama dengan harimau putih
  2. Kawin silang untuk memperoleh sifat dan karakter seperti yang diinginkan si breeder. Nah karena sifatnya riset maka sebenarnya tidak ada pakemnya F2,F3 dll harus pake apa dan apa, dan tidak harus sampai fix strain. Semuanya terserah si breeder dalam menentukan sifat dan karakter yang diinginkan, dan dalam mengamati sifat dan karakter hasil silangan sudah sesuai dengan keinginan atau belum. Untuk urusan yang satu ini kita layak belajar dari teman-teman pecinta anggrek, untuk melihat hasil silangan (hybrida) F1 misalnya mereka harus menunggu lama bahkan sampai 2 tahun.

Yang terjadi dalam dunia kenari saat ini terhadap istilah F (filial) adalah penyempitan makna kode silsilah hasil persilangan menjadi trade mark/ spek produk. Sehingga kebanyakan orang lebih tertarik kepada angka yang mengikuti huruf F dari pada kualitas, karakter dan silsilah kenari. Ini bisa kita lihat ketika kita memamerkan burung/photo/video komentar yang paling umum adalah, ” F brapa mas ?” Bahkan istilah kenari F1 menjadi identik dengan kenari hasil silangan kenari domestik (lokal) dengan yorkshire Canary.

Bila F1 berarti peranakan pertama atau kalau orang PORDASI menyebutnya Generasi satu, apa artinya Af ? Entahlah yang jelas biasanya kenari Af dihasilkan dari persilangan antara kenari domestik (lokal) dengan F1 atau F2 peranakan Yorkshire Canary. Sesuai kaidah pencatatan silsilah hasil persilangan, bahwa pencatatan silsilah berdasarkan silsilah terjauh dari induk fixed strain, maka Af ( F1 x domestik) secara teknis disebut F2, bila F2 X F3 secara teknis disebut F4. Mengapa demikian ? Karena sebenarnya yang dicatat adalah action/kerja kita, bahwa ini adalah penyilangan kita yang ke2, ke3 dan seterusnya berdasarkan suatu mapping yang kita susun menurut tujuan dari penyilangan tersebut. Dengan demikian secara teknis F2, F1-1 dan Af adalah sama, secara karakter dan sifat tentulah sangat berbeda, tergantung selera dan kebutuhan kita untuk memilih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s